Minggu, 09 Juni 2013

Masjid Islamic Center Samarinda



Masjid Islamic Center Samarinda

Ketika jalan-jalan ke samarinda jangan lupa mampir ke masjid islamic center, untuk salat dan berfoto-foto. Masjid ini adalah salah satu masjid termegah yang ada di asia tenggara. 
Proses pembangunan Islamic Center Samarinda dimulai pada tanggal 5 Juli 2001 ditandai dengan penekanan tombol pemancangan tiang pancang pertama proyek pembangunan islamic Center Samarinda oleh Presiden Megawati Soekarno Putri pada tanggal 5 Juli 2001. Dan tujuh tahun kemudian komplek Islamic Center Samarinda diresmikan oleh Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudoyono pada tanggal 16 Juni 2008.
Rancangan menara MICS di-ilhami dari menara masjid Nabawi di Madinah Almukarromah, dan kubah utamanya di-ilhami masjid Haghia Sophia di Istambul – Turki. Menempati area seluas +/- 8 hektar, menyediakan lahan terbuka bagi masyarakat kota Samarinda, termasuk area parkir dan taman yang luas lengkap dengan pohon kurma yang ditanam di halaman depan kawasan masjid menghadirkan kesan Timur Tengah di kota Samarinda. Luas bangunan utama Islamic Center Samarinda seluas 43.500 m2, luas bangunan 7.115 m2, luas lantai basement 10.235 m2, sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 m2, dan lantai utama seluas 8.185 m2, sedangkan luas lantai mezanin 5.290 m2
MICS dilengkapi dengan 7 menara terdiri dari satu menara utama setinggi 99 meter terpisah dari bangunan utama masjid. Ketinggian 99 meter menara utama tersebut bermakna 99 isim asmaul husna atau 99 nama-nama Allah. Menara utama tersebut terdiri atas bangunan 15 lantai masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 meter. Empat menara penjuru setinggi 70 meter dibangun di empat penjuru masjid ditambah dua menara gerbang yang berada di sisi kiri dan kanan gerbang utama masing masing setinggi 57 meter. Enam menara ini juga bermakna sebagai enam rukun iman. Selain angka 99 dan angka 6 masih ada angka 33 di masjid ini mewakili 33 biji tasbih yang diwakili oleh jumlah anak tangga menuju lantai utama dari lantai dasar MICS. Menara utama MICS setinggi 99 meter sesuai dengan Isim Asmaul Husna.
Lantai Basement MICS digunakan untuk area parkir kendaraan dengan kapasitas 200 mobil dan 138 buah sepeda motor, toilet pria dan wanita untuk para jamaah. Dan Ground water Tank (GWT) sebagai penampungan air bersih untuk toilet dan tempat wudhu. MICS juga dilengkapi dengan Plaza Dalam (inner court yard) dan Plaza Luar mampu menampung jamaah sebanyak 10.000 orang. Di samping kiri dan kanannya difungsikan sebagai area parkir berkapasitas 391 mobil dan 430 sepeda motor. Di Plaza ini disediakan keran keran air di sisi kiri dan kanan yang berfungsi sebagai tempat wudhu.
Lantai dasar Islamic Center Samarinda dipergunakan sebagai ruang pertemuan. Biasanya dipakai untuk acara seminar dan resepsi pernikahan dengna daya tampung ruangan mencapai 5000 undangan. Permukaan lantai masjid ini ditutup dengan granit pilihan dengan aneka ragam corak menampilkan nuansa hangat namun tetap sejuk dengan pemakaian AC di dalam ruangan.
Di area lobi lantai dasar masjid ini juga menjadi tempat sebuah bedug berukuran besar yang dibuat dari sebatang kayu dari hutan Kalimantan utuh berdiameter 180 senti meter, diameter yang bahkan lebih tinggi dari rata rata tinggi orang Indonesia. Batang kayu untuk beduk yang tidak bulat sempurna membuat tampilan beduk ini sedikit berbeda dan cukup unik. Beduk besar ini merupakan sumbangan dari Bapak H. Suwarna (mantan) Gubernur Kalimantan Timur.
Menyangkut penerangan masjid di malam hari di Masjid Islamic Center Samarinda ini cukup mendapat perhatian dari Imam Masjid Istiqlal Jakarta Prof Dr KH Ali Mustafa Yakub saat bersama gubernur Kaltim Awang Faroek mengisi seminar sehari tentang ibadah qurban di Ruang Ruhui Rahayu, pada hari Selasa 9 November 2010. Beliau memberi saran agar bangunan megah tersebut tetap diberikan penerang yang cukup pada malam hari.
Hal tersebut sangat penting selain agar tetap memberikan keindahan di malam hari, juga akan menghindari kemungkinan terjadinya pemanfaatan yang keliru oleh masyarakat, Jika ini bisa dilakukan, justru daerah ini akan mendapat keuntungan yang lebih besar. Selain memberi kesan positif, keindahan Islamic Center, siang atau malam hari akan membantu kepentingan promosi daerah.
Saat ini Masjid Islamic Center Samarinda dilengkapi dengan sistim tata lampu yang sangat baik, menghadirkan Masjid Islamic Center Samarinda sebagai salah satu pemandangan indah di gelap malamnya kota Samarinda. Kemegahan Masjid Islamic Center Samarinda ini tampak begitu anggun dalam kemilau lampu yang meneranginya, Tak salah bila warga kota Samarinda berbangga hati dengan salah satu masjid termegah dan terindah di Asia Tenggara ini.
Kalau berkunjung ke masjid islamic center jangan lupa ya naik ke menara, kalo mau naik harus naik lift. Satu orang banyar antara Rp 5000-Rp 10.000. karena tarif pelajar dan umum berbeda. Dari atas menara akan terlihat betapa luar biasanya sungai mahakam. Lebar, dan panjang.. huih pokok nya pemandangannya luar biasa, selain kita juga dapat melihat kota samarinda yang tidakkalah mengesankan. Jangan lupa ya foto-foto buat kenang-kenangan.

info jalan-jalan lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar