Minggu, 09 Juni 2013

Kota Samarinda

Kota Samarinda



Samarinda kota tepian, sebulan lebih aku berada di kota ini untuk mempersiapkan pameran buku “pesta kalimantan timur sejuta buku tahun 2013”.  Banyak hal yang unik dan menarik yang banyak aku temui.
Samarinda kota tepian ? jawaban nya dapat kita temukan segera ketika kita hendak memasuki kota ini. Karena memang samarinda memang dibangun di pinggir sungai mahakam. Sungai besar yang membelah kota Samarinda menjadi dua bagia samarinda kota dan samarinda seberang. Dua bagian itu mempunyai keunikan sendiri-sendiri.
Sisi kota merupakan sebuah perkotaan yang padat. Bangunan perkantoran, pertokoan dan mall berjejal di sana. Lalu lintas yang padat, banjir dan permukiman kumuh menjadi masalah yang tidak dapat lepas, layaknya kota besar lainnya. Lebih banyak pendatang dari pada penduduk aslinya. Orang-orang dari jawa, banjar dan bugis lebih banyak kita temui dari pada orang samarinda asli.
Samarinda sebrang lebih bersahaja dengan bangunan-bangunan yang eksotik. Banyak sekali bangunan-bangunan lama yang akan kita temui, contohnya adalah masjid tua shiratal mustaqim dan rumah tenun. Samarinda sebrang  merupakan  cikal bakal kota samarinda saat ini. daeran ini merupakan pemberian raja kutai kepada orang bugis yang meminta suaka ke kerajaan kutai, saat ini kita masih bisa melihat permukiman orang-orang bugis yang ada di sisi sungai mahakam. Tetapi jika kita berkunjung di sana, tidak hanya orang bugis yang akan kita temui. Orang jawa dan bali banyak kita temukan di sana, karena samarinda sebrang menjadi tujuan transmigrasi saat orde baru.
Berkesah tentang kota samarinda, tak lepas dari Sungai Mahakan. Memang sungai mahakam  dan Samarinda bak seperti sisi mata uang yang tak terpisahkan. Atau seperti sungai nil dan mesir, sungai yang membuat kehidupan di mesir. Mahakam pun demikian, memberi kehidupan cikal bakal kota samarinda. Saat ini, di mahakam setiap hari kapal-kapal hilir mudik, dari kapal ponton yang menganggukut batubara, kapal peti kemas, kapal penumpang dan kapal-kapal kecil yang menyebrangkan penumpang di samarinda kota dan samarinda sebrang.  
Di tepian sungai mahakam banyak sekali bangunan-bangunan yang megah, dari masjid darusalam, masjid islamic center, pasar pagi,  kantor gubernur, dan sejumlah gedung pemerintahan lainnya. Selain itu banyak  taman-taman dan sarana olah raga yang bisa di gunakan untuk duduk-duduk bersantai sambil melihat keindahan sungai mahakam.
Memang dunia itu tidak sebesar daun kelor. Pulau borneo menyimpan banyak kenangan. Setelah sebulan lebih hijrah dari semarang ke samarinda saya melihat betapa beragamnya Indonesia. banyak sekali tempat tujuan yang ada di luar sana. Ayo jalan-jalan ke Indonesia, kalo bukan kita siapa lagi.

info jalan-jalan lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar